Manusia dan Penderitaan
Penderitaan
Penderitaan atau
rasa sakit dalam arti luas, dapat menjadi pengalaman ketidaknyamanan dan
kebencian terkait dengan persepsi bahaya atau ancaman bahaya di suatu individu.
Penderitaan adalah elemen dasar yang membentuk valensi negatif dari afektif
fenomena. Kebalikan dari penderitaan adalah kesenangan atau kebahagiaan.
Contoh tentang Penderitaan
1. Nasib Buruk
Penderitaan ini karenakan perbuatan buruk manusia yang dapat
terjadi dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasib
buruk dan takdir adalah jika takdir di tentukan oleh tuhan sedangkan nasib
buruk penyebabnya karena ulah manusia itu sendiri.
2. Kehilangan Orang Tua
Setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki
hubungan yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling
sering kita jumpa dan sangat sedih tentunya. Tapi kesedihan penderitaan ini
tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada
Tuhan yang maha esa.
3. Kemiskinan
Banyak orang yang mederita karena kemiskinan, merasa tidak
pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang
merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini
dikarenakan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh
tuhan.
4. Bencana
Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan
berikan. Bencana bisa kapan saja datang dan menimpa siapa saja bahkan
seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang
diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan.
Siksaan
Siksaan/Penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk
menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan
penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja
dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman,
sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda
atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.
Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk
mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan
atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman
bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai
cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Phobia
Phobia adalah ketakutan
yang terus-menerus, berlebihan, tidak realistis terhadap suatu objek, orang,
hewan, aktivitas, atau situasi. Kondisi ini adalah salah satu jenis gangguan
kecemasan. Tidak seperti rasa cemas biasa yang bersifat sementara, Phobia adalah
kondisi permanen, yang menyebabkan reaksi fisik dan stres psikologis.
Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan bekerja atau dalam
lingkungan sosial normal. Seseorang dengan fobia mencoba menghindari hal yang
memicu rasa takut atau menahannya dengan kecemasan yang besar.
Tiga siksaan yang sifatnya Psikis
1. Kebimbangan
Dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat
menentukan pilihan mana yang akan diambil. Akibat dari kebimbangan, seseorang
berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam
hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan
lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat
berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputuan, sehingga kebimbangan akan
cepat dapat diatasi.
2. Kesepian
Merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari
siksaan yang dialami seseorang. Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu
cepat diatasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin,
sebagai homo socius, seseorang perlu kawan, maka untuk mengalahkan rasa
kesepian orang perlu cepat mencari kawan yang dapat diajak untuk berkomunikasi.
Pada umumnya orang yang dapat dijadikan kawan duka adalah orang
yang dapat mengerti dan menghayati kesepian yang dialami oleh sahabatnya itu,
selain mencari kawan, seseorang juga perlu mengisi waktunya dengan suatu
kesibukan, khususnya yang dapat bersifat fisik, sehingga rasa kesepian tidak
memperoleh tempat dan waktu dlm dirinya.
3. Ketakutan
Bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan
batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka
disebut sebagai phobia. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau
dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal
yang sifatnya psikis.
Penyebab seseorang merasa ketakutan
1.
Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
Agoraphobia adalah
rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
2. Gamang
Ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu
disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya
seseoarang harus melewati jermbatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang
mengalir, atau seseoprang takut meniti dinding tembok dibawahnya.
3. Kegelapan
Suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempatyang gelap.
Sebab dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang
ditakuti, misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar ruangan
tempat tidur selalu dinyalakan lampu yang terang .
4. Kesakitan
Ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami
seseoarng yang takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi
ditusukkan kedalam tubuhnya, hal itu disebabkan karena dalam pikirannya
semuanya akan menimbulkan kesakitan
5. Kegagalan
Disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan
mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi,
karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma
yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang
lagi.
Kekalutan Mental
Kekalutan Mental adalah sebuah penyakit kejiwaan yang akut, terbatas pada
waktu tertentu, dan muncul dalam bentuk depresi yang dipicu oleh stres,
kecemasan, atau disosiasi dalam diri seseorang yang sebelumnya belum mengalami
gangguan, sehingga mereka tak dapat lagi melakukan kegiatan sehari-hari hingga
gangguan ini hilang.
Gejala-gejala seseorang mengalami kekalutan
mental
- Secara jasmani
Ditandai merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri
pada lambung.
- Secara jiwanya
Sering merasakan cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu,
dan mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan
1. Fase Prodromal
Pada fase ini belum ada gejala spesififik gangguan jiwa, seperti
halusinasi atau waham. Gejala yang muncul biasanya berupa kecemasan, kesulitan
mengambil keputusan, isolasi social, kesulitan konsentrasi dan kesulitan focus
perhatian. Fase prodromal mulai timbul 1-2 tahun sebelum gejala skizofrenia
muncul. Fase ini, penderita jarang dapat terdiagnosa sehingga terapi jarang
dapat diberikan. Bila penderita mendapat pendampingan psikososial, maka proses
gangguan jiwa dapat dihentikan sehingga tidak berlanjut ke fase akut/ krisis.
2. Fase Krisis/Akut
Penderita biasanya dibawa ke rumah sakit jiwa atau berobat
jalan. Biasanya penderita akan mendapatkan pengobatan berupa obat anti gangguan
jiwa. pada fase ini, bilapenderita mendapatkan dukungan lingkungan fisik
(nyaman, tenang, asri) dan sosial yang mendukung (bersahabat, ramah, tanpa
kekerasan/ pemaksaan, tanpa ancaman, dll), maka penderita akan dapat cepat
kembali ke kondisi yang tenang atau stabil.
3. Fase Stabil/Tenang
Maka peranan intervensi psikososial semakin penting. Dalam tahap
ini, penderita perlu mulai ditingkatkan ketahanan jiwanya (resilience), pola
pikir dan perilaku yang kurang sehat mulai perlu diluruskan kembali. Penderita
juga perlu diajari cara untuk mencegah kekambuhan dimasa depan. Dalam fase ini,
permasalahan mendasar yang dihadapi penderita gangguan jiwa perlu mulai dicari
pemecahan atau jalan keluarnya.
4. Fase Pemulihan
Penderita perlu dibantu untuk dapat kembali bekerja/ sekolah/
kuliah sesuai dengan keinginannya, dibantu agar dapat mendapatkan tempat
tinggal (bersama keluarga atau di tempat lain), mulai terlibat dalam kegiatan
ke masyarakatan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang
kurang sempurna. Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang
berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia
tidak dapat menyesuaikan diri lagi. Cara pematangan bathin yang salah dengan
memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai
overkompensasi dan tampak emosional.
Proses-proses kekalutan mental
1. Positif
Trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai
usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu
malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi
kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah
kejatuhan dalam kehidupan.
2. Negatif
Trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga
yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak
tercapainya apa yang diinginkan
Hubungan antara penderitaan dan perjuangan
Setiap manusia pasti akan mengalami penderitaan, baik yang berat
maupun yang ringan. Penderitaan adalah Ujian kehidupan manusia yang bersifat
kodrati(berasal dari tuhan). Karena tergantung kepada manusia itu sendiri bisa
menyelesaikan masalah itu semaksimal mungkin atau tidak. Manusia dalah makhluk
berbudaya, dengan budaya itulah ia berusaha mengatasi penderitaan yang
mengancam hidupnya atau yang dialaminya. Hal ini bisa mebuat manusia lebih
kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau
berada di sekitarnya.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah
menjadi takdir dari manusia itu sendiri, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan
hanya untuk bahagia, tetapi juga harus merasakan penderitaan. Manusia juga
harus optimis tiap mengalami penderitaan tersebut karena penderitaan adalah
ujian dari Tuhan Yang Maha Esa.Kita dapat mencoba menghilangkan penderitaan
kita dengan cara berjuang yaitu dengan terus berusaha merubahnya.Memang
penderitaan merupakan ketentuan dari tuhan yang maha esa tetapi kita dapat
mencoba merubahnya apabila kita terus berusaha dan juga berdoa untuk merubahnya.Contohnya
adalah saat seseorang yang harus reala mengalami kebutaan dia dapat berusaha
untuk dapat melakukan aktivitasnya walaupun dia buta dengan cara berlatih dan
tidak lupa untuk berdoa.
Hubungan antara penderitaan, media massa dan
seniman
Penderitaan pastilah semua orang pernah merasakannya .Namun
semakin maju suatu zaman maka kemungkinan penderitaannya juga akan semakin
besar.Kemajuan teknologi juga merupakan salah satu factor penyebabnya yaitu
seperti Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali,
pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan
manusia.Contoh sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusai adalah
kecelakaan, bencana alam dan lain-lain. Contohnya tenggelamnya kapal laut,
meletusnya gunue berapi, tsunami dan sebagainya bisa membuat manusia menderita
karena bencana tersebut.
Berita mengenai penderitaan manusia ramai mengisi lembaran
koran, layar kaca dan berbagai media informasi lainnya.Berita-berita tersebut
ditayangkan dengan tujuan agar semua orang mendapatkan informasi tentang dunia
luar dan dapat ikut bersimpati. Dengan demikian diharapkan dapat menggugah hati
manusia untuk bebuat sesuatu yaitu seperti memberikan bantuan.Bantuan yang
dating bisa secara perseorangan atau kelompok atau bisa juga dari sebuah
organisasi tertentu.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk
mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan kepada masyarkan luas. Dengan
demikian masyarakat dapat dengan segera manusia dapat menentukan sikap yaitu
untuk bersimpati atau tidak.Selain itu komunikasi yang dilakukan para seniman
melalui karya juga tidak kalah pentingnya, sehingga para pembaca, penonton
dapat menkhayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
Sebab-sebab timbulnya penderitaan
1. Tidak terima atas apa yang terjadi
Tidak ada seorang pun, sekuat apapun ia, yang mampu menolak
takdir Allah Swt. Jika Allah berkehendak maka pasti terjadi. Ketika kotoran
burung menimpa rambut kita, mungkin kita akan menggerutu, mengeluh, tak terima
atas kejadian itu. Padahal terima atau tidak terima, peristiwanya sudah
terjadi. Maka, sikap terbaik adalah menerima saja, sembari melanjutkan dengan
ikhtiar membersihkannya.
Rasulullah Saw bersabda, "..Maka barangsiapa yang ridho
(pada Allah), maka baginya keridhoan (dari Allah)." (HR. Tirmidzi)
2. Buruk Sangka
Penderitaan juga muncul karena buruk sangka kepada Allah Swt. Ia
mengira bahwa Allah tidak menyayanginya, tidak peduli kepadanya, tidak
mendengar doa-doanya. Kejadian yang tidak sesuai keinginannya ia jadikan alasan
untuk menduga bahwa Allah tidak menolongnya. Padahal, setiap ujian hidup itu
adalah bukti bahwa Allah memperhatikannya.
Dalam sebuah hadits qudsi Allah Swt berfirman, "Aku sesuai
persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku." (HR. Bukhori dan Muslim)
Imam Hasan Al Bashri menerangkan, "Ketahuilah bahwa
perbuatan manusia tergantung pada prasangka mereka kepada Robb-nya. Adapun
orang mukmin dia akan membaguskan amalnya. Adapun orang kafir dan munafik, dia
berprasangka buruk kepada Robb-nya, maka mereka buruk dalam amalnya."
3. Kurang Syukur
Ingat perumpamaan jerawat dan hidung. Ada orang yang muncul
jerawat di hidungnya, kemudian dia mengeluhkan jerawat itu. Padahal, jika dia
mau melihat lebih luas, mestinya dia bersyukur bahwa jerawatnya tidak sebesar
hidungnya dan bahwa masih banyak bagian di mukanya yang bersih dari jerawat. Ia
akan menderita jika hanya fokus pada satu jerawatnya saja.
Pengaruh yang akan terjadi pada seseorang jika
mengalami penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh
pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa
sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena
tidak bahagia atau tidak bahagia. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi
penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan
perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya
sebagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negative dan sikap positif ini dikomunikasikan
oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para
penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaiannya itu dapat berupa kemauan
untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan
perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti
dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus
disingkirkan.
Sumber :

Komentar
Posting Komentar